30 May 2018

13 Langkah Membuat Akun Google My Business

Google My Business adalah tool gratis milik Google khusus untuk pemilik bisnis dan organisasi. Dengan mendaftar di Google My Business, bisnis anda bisa muncul di hasil pencarian Google dan juga di Google Map seperti berikut:

Cara membuat akun Google My Business:

1. Kunjungi google.com/business lalu klik tombol Start Now. Saya asumsikan saat ini anda sudah memiliki akun Gmail.


2. Anda akan diarahkan ke halaman form login. Silahlah login pakai akun Gmail anda.


3. Setelah login, anda masuk ke langkah berikutnya yaitu menulis nama bisnis anda. Lalu klik tombol next.


4. Sekarang lengkapi informasi dimana lokasi bisnis anda. Lalu klik tombol next.


5. Kalau di alamat yang anda masukan terdapat bisnis yang serupa, maka akan muncul pilihan seperti di bawah ini. Jika itu bukan bisnis yang anda ingin daftarkan saat ini, pilih None of these. Lalu klik tombol next.


6. Pilih kategori bisnis yang sesuai dengan bisnis anda. Lalu klik tombol next.


7. Tulis nomor telepon dan website bisnis anda. Lalu klik tombol next.


8. Jika anda ingin mendapatkan newsletter dari Google My Business, silahkan pilih Yes. Lalu klik tombol next.


9. Pada tahap ini, langsung saja klik tombol Continue.


10. Saatnya anda harus memverifikasi akun Google My Business. Klik tombol Text untuk memverifikasi melalui SMS.


11. Tunggu beberapa saat sampai anda mendapatkan kode verifikasi yang masuk ke handphone anda. Jika sudah mendapatkannya, tulis kode tersebut lalu klik tombol Verify.


12. Jika berhasil anda akan melihat tampilan seperti ini. Silahkan klik tombol Get started.


13. Pada tahap ini anda sudah selesai membuat akun Google My Business. Sekarang anda tinggal melengkapi informasi, memasukan foto, jam operasional dll.

Read More »

29 May 2018

4 Cara Membuat Orang Jadi Ingin Membeli Produk Anda

Di artikel ini saya mau share 4 hal yang harusnya anda lakukan agar orang jadi ingin membeli produk anda dan buat mereka merasa puas dengan layanan yang anda berikan. Apa saja? yuk kita ulas satu per satu.

1. Buat produk yang berkualitas, bermanfaat, dan memiliki banyak fitur

Semua orang ingin mendapatkan produk yang paling berkualitas, punya manfaat yang banyak, fitur yang banyak, bisa memberikan solusi dari masalah yang mereka punya, nyaman menggunakannya, awet, memberikan perasaan bangga saat menggunakan produknya, dst.

Tujuan utama orang saat membeli produk adalah menginginkan hasil yang mereka akan dapatkan (setelah menggunakan produk anda). Contoh: Tujuan orang saat join fitness yaitu agar turun berat badan, punya otot besar, dll. Itu adalah hasilnya. Mereka selalu menginginkan hasilnya. Tidak peduli dengan prosesnya. Yang ada dipikiran mereka saat join adalah hasil yang mereka inginkan. Karena mereka punya masalah. Masalah mereka adalah memiliki badan yang gemuk, tidak pede karena berat badan, dll.

Sehingga tugas anda adalah membuat produk yang bisa memberikan jawaban dan solusi dari masalah yang mereka punya. Jadi baiknya anda harus cari tahu dan pelajari apa saja masalah yang ada di target market anda.

2. Tentukan harga yang pas (terjangkau)

Usahakan harga produk anda jangan kemahalan dan jangan juga kemurahan. Pokoknya yang pas dan sesuai dengan market anda. Kalau kemahalan nanti produk anda akan susah laku, dan kalau kemurahan nanti bisnis anda bisa bangkrut karena tidak profit.

Saran saya, anda bisa cek harga kompetitor. Biasanya di awal saya suka pasang harga sedikit di bawah kompetitor. Tapi anda harus tetap pantau dan hitung hasilnya. Anda harus profit. Target ROI anda harus tercapai. Karena anda selalu butuh biaya untuk proses produksi dan akuisisi customer.

3. Menghilangkan keraguan calon pembeli

Ada banyak hal yang bisa menjadi penghalang sebelum orang membeli produk anda, seperti: takut kalau produk anda tidak memberikan solusi, khawatir nanti tidak bisa menggunakan produknya, cemas jangan sampai sebenarnya belum butuh, resah jangan-jangan ini hanya penipuan, dst.

Anda harus bisa menghilangkan semua keraguan mereka. Calon pembeli selalu ingin membeli produk tanpa ada resiko apapun. Caranya, anda bisa memberikan layanan free trial, 100% moneyback guarantee, dll.

4. Berikan support yang maksimal

Customer pasti butuh support anda. Bisa jadi mereka akan punya kendala saat menggunakan produk anda, punya pertanyaan, saran, kritik dll. Anda harus siap dengan hal ini. Kalau anda tidak bisa menjaga kepuasan mereka, mereka bisa lari dan pindah ke kompetitor anda.

Tapi kalau anda selalu support mereka, itu artinya anda menjaga mereka untuk tetap percaya dengan anda. Next time mereka akan beli lagi produk anda. Anda bisa pakai berbagai cara untuk memberikan support. Bisa lewat email, whatsapp, forum, social media, chatting, dll. Terserah anda, intinya yakinkan calon customer anda bahwa anda siap memberikan support semaksimal mungkin.
Read More »

5 Tips Meningkatkan Conversion Rate Pada Landing Page

Conversion terjadi ketika visitor menyelesaikan tindakan yang sudah anda tetapkan sebagai goal. Seperti: register, pembayaran, download, dll. Sedangkan, persentase total visitor yang convert disebut conversion rate. Misalnya iklan anda diklik oleh 100 orang lalu dari 100 orang tersebut ada 5 orang yang beli produk anda, maka conversion ratenya adalah 5%.

Ada banyak sekali faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya conversion rate termasuk dari sisi produknya itu sendiri maupun dari sisi websitenya.

Di artikel ini saya tulis 5 tips meningkatkan conversion rate dari sisi landing pagenya, tips tersebut antara lain:

1. Tambahkan video di landing page

Sering kali kita melihat landing page yang hanya dipenuhi oleh teks. Ya, mereka menulis teks sebanyak itu bertujuan untuk merayu atau membujuk visitor agar mengklik tombol call-to-action atau tombol purchase. Bahkan ada banyak landing page yang sangat panjang karena punya banyak konten dan value proposition yang ingin mereka sampaikan kepada visitor.

Tapi, anda harus hati-hati karena tidak semua visitor punya banyak waktu untuk membaca teks yang ada di landing page itu.

Oleh karena itu disarankan untuk menambahkan video di dalam landing page. Ingat! conversion biasanya terjadi karena landing page mampu berkomunikasi dengan baik, menyampaikan value proposition, dan akhirnya bisa mengajak visitor untuk melakukan apa yang kita inginkan.

2. Penempatan tombol call-to-action

Jika tombol call-to-action susah dilihat, dibaca atau diklik, itu bisa memberikan dampak negatif terhadap UX dan tentu conversion.

Goal dari kebanyakan landing page adalah mendapatkan value entah itu menjual produk, subscription, ataupun signup. Oleh karena itu posisi dari tombol call-to-action menjadi salah satu faktor terpenting.

Usahakan tombol call-to-action bisa langsung terlihat tanpa perlu visitor scrolling down landing pagenya.

3. Percepat load time

Saat ini site speed sudah menjadi salah satu faktor yang krusial dalam UX, karena website yang sulit diakses cenderung akan ditinggalkan oleh visitornya dan akan kehilangan potensial conversion.

Usahakan website atau landing page anda bisa diakses dengan sempurna dalam waktu 3 detik atau lebih cepat dari itu. Sebagai opini saya pribadi, batas toleransinya sampai 5 detik.

Ada banyak tools yang bisa anda gunakan untuk mengukur kecepatan loading website, seperti:

4. Kontennya mudah dibaca

Saya lihat banyak orang yang masih menganggap sepele masalah readability. Padahal ini juga termasuk faktor yang menentukan conversion. Ditambah lagi pengguna mobile terus meningkat, apa jadinya jika website anda sulit dibaca di mobile screen.

Saran saya adalah gunakan type font yang mudah dibaca (terutama pada kondisi mobile screen), ukuran font yang pas, warna teks yang soft, dan tentu kalimat atau konten yang anda tulis juga enak dibaca dan mudah dipahami.

5. Navigasi harus dibuat minimalis

Landing page harus memiliki goal yang spesifik. Sehingga anda tidak perlu menampilkan banyak pilihan kepada visitor selain pilihan untuk conversion.

Navigasi yang crowded malah bisa menjadi hole untuk visitor pergi menjauh dari tombol call-to-action. Bila perlu hilangkan saja menu navigasi yang biasa kita lihat posisinya berada di atas halaman, jadi biarkan visitor fokus melihat tombol call-to-action dan melakukan conversion.
Read More »

10 Penyebab Toko Online Jarang Dapat Pembeli

Punya banyak traffic belum tentu punya banyak pembeli. Bukan berarti traffic itu tidak penting, tapi untuk mendapatkan banyak pembeli banyak faktor lainnya yang harus anda perhatikan. Di artikel ini, saya kumpulkan 10 penyebab yang mungkin membuat toko online anda masih jarang dapat pembeli.

Berikut listnya:

1. UI/UX yang kurang baik

User interface dan user experience menjadi salah satu bagian penting dalam membuat website. Tugasnya membuat pengunjung nyaman dan betah saat mengunjungi website anda. Ada 4 bagian yang krusial terutama untuk website toko online yaitu menu navigasi, filtering, sorting, dan search. 4 bagian itu harus dipastikan mudah ditemukan dan nyaman digunakan.

2. Menentukan targeting iklan yang kurang tepat

Kalau anda mempromosikan toko online anda ke orang yang kurang tepat, jelas saja anda akan menghasilkan penjualan yang sedikit. Anda harus paham dulu target marketnya, anda akan menjual produk kepada siapa, apakah laki-laki atau perempuan, usia berapa, tinggal dimana, dll. Sehingga iklan anda hanya akan menargetkan orang dengan profil yang tepat.

3. Trafficnya sedikit

Untuk menghasilkan banyak penjualan, semuanya harus diawali dengan traffic yang banyak. Traffic artinya toko online anda punya banyak pengunjung. Ada banyak cara untuk mendatangkan pengunjung ke website, seperti: beriklan di facebook, google, youtube, website, gmail, dll.

4. Toko onlinenya tidak mobile-friendly

Apakah anda tahu kalau pengguna internet sudah lebih banyak menggunakan smartphone ketimbang komputer? Itu artinya toko online anda harus mobile-friendly (mudah dan bagus saat diakses di layar smartphone). Sayangnya, kalau toko online belum mobile-friendly anda bisa kehilangan banyak calon pembeli.

5. Calon pembeli tidak paham dengan benefit produk anda

Calon pembeli harus memahami apa saja benefit yang mereka akan dapatkan kalau membeli produk anda, dan apakah produk anda bisa memberikan solusi dari masalah yang mereka punya. Jadi pastikan informasi dan spesifikasi produk yang anda tulis cukup detail dan jelas.

6. Gambar produk tidak menarik

Gambar produk termasuk bagian yang sangat menentukan. Karena pembeli tidak bisa melihat dan menyentuh langsung produknya, maka satu-satunya cara mereka merasakannya lewat gambar. Kualitas gambar harus bagus, bersih, dan memiliki background yang polos (putih atau abu-abu). Sebagai contohnya, anda bisa lihat gambar produk di website zalora.co.id

7. Tulisan anda tidak persuasive

Persuasive artinya tulisan anda bisa merayu dan mempengaruhi orang agar mau membeli produk anda. Buatlah informasi produk yang detail, nyaman dibaca, dan memberikan emosi kepada pembaca, sehingga mereka jadi ingin membeli produk anda secepatnya.

8. Call to action yang tidak jelas

Call to Action adalah perintah yang kita suruh kepada pengunjung untuk melakukan tindakan tertentu seperti klik tombol add to cart, download, signup, dll. Kalau Call to Actionnya tidak jelas, pengunjung bisa bingung dan tidak tahu tindakan apa yang selanjutnya harus mereka lakukan.

9. Shipping costnya kemahalan

Sekarang sudah banyak toko online besar seperti amazon.com, aliexpress.com, dll menawarkan layanan free shipping. Mungkin anda juga bisa mempertimbangkan layanan ini, atau setidaknya anda memberikan pilihan biaya pengiriman yang murah.

10. Website anda kurang bisa dipercaya

Ada banyak cara yang bisa membuat calon pembeli jadi lebih percaya dengan toko online anda, seperti:
  • Kerjasama dengan pihak ke-3 untuk sistem keamanan, seperti Mastercard SecureCode, Verified by Visa, dll.
  • Tambahkan review dan kolom komentar.
  • Testimonial
  • Logo-logo client
  • Ada alamat kantor yang jelas dan kontak customer care.
  • Dan lain-lain
Read More »

25 May 2018

10 Contoh Social Proof yang Bisa Meningkatkan Penjualan

Menggunakan social proof di website dapat meningkatkan penjualan, karena dapat menghilangkan keraguan calon pembeli saat melihat produk yang anda tawarkan. Itu sebabnya brand besar seperti Amazon, WordPress, MailChimp dll selalu menggunakan social proof di websitenya.

Fakta lainnya menyebutkan bahwa hampir 70% calon pembeli membaca review sebelum melakukan pembelian. Dengan kata lain consumers menginginkan bukti dari orang lain yang netral bukan dari brand yang menjual produk tersebut.

Di sini saya akan share 10 contoh social proof yang mungkin bisa diterapkan di website anda.

1. Real Time Stats

Contoh real time stats seperti banyaknya orang yang sedang melihat halaman website atau banyaknya customer yang baru saja membeli produk anda.

2. Customer Testimonials

Menampilkan testimonial dari customer adalah salah satu social proof yang paling umum digunakan.

3. Celebrity Endorsements

Mendapatkan rekomendasi dari public figure adalah salah satu social proof yang sangat bagus walaupun mungkin membutuhkan biaya yang mahal untuk mendapatkannya.

4. Case Studies

Social proof dalam bentuk case studies itu sangat bagus karena lebih detail dan lebih reputable daripada hanya review yang singkat.

5. Media Mentions

Media mentions adalah ulasan yang dimuat di media seperti website, majalah, TV, radio dll.

6. Customer Base

Dengan menampilkan jumlah customer yang banyak, anda secara tidak langsung menyampaikan kepada pengunjung bahwa produk anda disukai dan dipakai banyak orang.

7. Trust Seals

Trust seals seperti norton, mcafee, better business bureau, dll akan memberi rasa aman kepada calon pembeli.

8. Certifications / Badges

Certifications atau badges dari pihak ketiga dapat memberi kesan kepada anda sebagai sumber yang berpengetahuan, berkualitas tinggi atau dapat dipercaya.

9. Social Share Count

Social share count sering digunakan di halaman blog. Ada banyak plugin yang bisa anda gunakan untuk menampilkan social share count di website anda, seperti: sharethis.com, addthis.com, addtoany.com dll.

10. Rating and Review

Rating and Review bisa menjadi bukti dari orang lain yang netral bukan dari brand yang menjual produk tersebut.

Read More »

23 May 2018

5 Tips Menulis Iklan Facebook Tanpa Harus Kursus Copywriting

Bisa menulis iklan facebook yang menarik tidak selalu harus mengikuti kursus copywriting. Anda bisa langsung mencobanya dengan mengikuti 5 tips berikut:

1. Pakai bahasa yang tidak formal dan natural

Ingat! Facebook adalah social network. Orang menggunakan facebook untuk berinteraksi dengan teman dan keluarga. Hampir semua status facebook ditulis dengan bahasa yang tidak formal dan lebih terdengar natural. Jadi kalau iklan anda ingin terlihat menarik, gunakan juga bahasa yang tidak formal. Ini juga akan membuat iklan anda "tidak terlihat seperti iklan".

2. Buat ad copy yang sesimple mungkin

Tidak perlu menggunakan kata atau kalimat yang tidak penting. Buat ad copy sesimple mungkin tapi tetap bisa memberikan pesan yang jelas.

3. Pesan penting ditulis di awal kalimat

Orang mungkin tidak akan selalu membaca semua ad copy yang anda buat. Oleh karena itu, pesan penting seperti promo, diskon, penawaran spesial usahakan ditulis di awal kalimat.

4. Ad copy yang di awali dengan pertanyaan

Memberikan pertanyaan di awal kalimat sangat bagus karena bisa menarik pemikiran pembaca untuk menjawabnya. Anda bisa memberikan pertanyaan dengan jawaban "YA" lalu diikutin dengan call-to-action.

5. Menggunakan simbol dan emoji

Menyisipkan simbol dan emoji membuat iklan lebih eye-catching sehingga bisa menarik perhatian audience.

Read More »

13 May 2018

5 Cara Make Money Online yang Paling Popular

Ada banyak sekali jenis bisnis online yang sudah terbukti bisa menghasilkan banyak uang. Anda tidak perlu mempelajari dan mempraktekan semuanya. Mulailah dari satu bisnis online saja dan luangkan waktu secara rutin sampai anda merasakan hasilnya. Tidak ada yang instan dan tidak ada magic. Semuanya butuh proses. Sukses tidaknya tergantung juga dengan usaha anda sendiri.

Jika anda baru saja mau terjun di bisnis online, mungkin artikel ini bisa memberikan ide untuk anda dalam memilih bisnis online yang cocok dan mudah dijalankan. Saran saya, pilih saja satu yang kira-kira anda siap mempraktekannya.

1. Menjual produk digital

Bisa jadi ini adalah cara yang paling mudah untuk anda. Anda tidak mesti mengeluarkan biaya untuk memulainya. Anda bisa membuat produk digital dari keahlian anda. Misalnya anda pintar membuat buket bunga, anda tinggal membuat panduannya bisa dalam format ebook ataupun video tutorial. Atau anda punya keahlian dibidang desain grafis. Anda bisa membuat berbagai template brosur, flyer, atau kartu nama yang siap pakai. Beberapa contoh lain dari produk digital seperti audiobook, digital music, software, dll. Semua produk digital seperti ini tentu bisa anda jual secara online salah satunya di marketplace produk digital seperti idaff.com.

2. Menjual produk fisik

Menjual produk fisik bukan berarti anda harus bisa membuat produk fisik tersebut. Anda bisa menemukan banyak sekali supplier di marketplace yang bisa anda ajak kerjasama. Misalnya marketplace Tokopedia. Anda bisa menjadi dropshiper dengan menjual produk mereka di instagram atau toko online anda. Jika anda mendapatkan pembeli, anda tinggal order barangnya di Tokopedia kemudian supplier yang akan mengurus pengirimannya ke pelanggan anda.

3. Menjual space iklan

Jika anda mau mencoba cara ini anda harus punya blog yang memiliki banyak traffic. Salah satu tantangannya anda harus rajin membuat artikel dan mengoptimasi setiap artikel yang anda buat. Semakin blog anda punya banyak artikel semakin banyak traffic yang bisa anda dapatkan dan semakin banyak traffic yang datang ke blog anda, semakin mahal harga space iklan yang bisa anda tawarkan. Anda juga bisa mengikuti program pay per click seperti Google AdSense sebagai publisher.

4. Menjadi freelancer

Apakah anda pernah mendengar website freelancer seperti upwork.com, fiverr.com, atau sribulancer.com? Di website itu anda bisa menjual keahlian anda sebagai freelancer. Ada banyak sekali jenis keahlian yang bisa anda pilih seperti Animator, Graphic Designer, Logo Designer, Photo Editor, Video Editor, Web Designer dll. Dengan menjadi freelancer anda bisa kerja dimanapun tanpa harus punya kantor.

5. Affiliate marketing

Ini salah satu jenis bisnis online yang saya suka. Dengan menjalankan affiliate marketing anda seperti halnya seorang broker yang berperan sebagai perantara proses jual beli. Anda akan mendapatkan komisi setiap kali anda berhasil mengajak orang untuk membeli produk affiliate yang anda tawarkan. Ada banyak sekali produk digital yang menjalankan program affiliate seperti hosting, ebook, kursus online, software dll.
Read More »