29 May 2018

5 Tips Meningkatkan Conversion Rate Pada Landing Page

Gratis! Kursus Digital Marketing Dasar. Learn more »

Conversion terjadi ketika visitor menyelesaikan tindakan yang sudah anda tetapkan sebagai goal. Seperti: register, pembayaran, download, dll. Sedangkan, persentase total visitor yang convert disebut conversion rate. Misalnya iklan anda diklik oleh 100 orang lalu dari 100 orang tersebut ada 5 orang yang beli produk anda, maka conversion ratenya adalah 5%.

Ada banyak sekali faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya conversion rate termasuk dari sisi produknya itu sendiri maupun dari sisi websitenya.

Di artikel ini saya tulis 5 tips meningkatkan conversion rate dari sisi landing pagenya, tips tersebut antara lain:

1. Tambahkan video di landing page

Sering kali kita melihat landing page yang hanya dipenuhi oleh teks. Ya, mereka menulis teks sebanyak itu bertujuan untuk merayu atau membujuk visitor agar mengklik tombol call-to-action atau tombol purchase. Bahkan ada banyak landing page yang sangat panjang karena punya banyak konten dan value proposition yang ingin mereka sampaikan kepada visitor.

Tapi, anda harus hati-hati karena tidak semua visitor punya banyak waktu untuk membaca teks yang ada di landing page itu.

Oleh karena itu disarankan untuk menambahkan video di dalam landing page. Ingat! conversion biasanya terjadi karena landing page mampu berkomunikasi dengan baik, menyampaikan value proposition, dan akhirnya bisa mengajak visitor untuk melakukan apa yang kita inginkan.

2. Penempatan tombol call-to-action

Jika tombol call-to-action susah dilihat, dibaca atau diklik, itu bisa memberikan dampak negatif terhadap UX dan tentu conversion.

Goal dari kebanyakan landing page adalah mendapatkan value entah itu menjual produk, subscription, ataupun signup. Oleh karena itu posisi dari tombol call-to-action menjadi salah satu faktor terpenting.

Usahakan tombol call-to-action bisa langsung terlihat tanpa perlu visitor scrolling down landing pagenya.

3. Percepat load time

Saat ini site speed sudah menjadi salah satu faktor yang krusial dalam UX, karena website yang sulit diakses cenderung akan ditinggalkan oleh visitornya dan akan kehilangan potensial conversion.

Usahakan website atau landing page anda bisa diakses dengan sempurna dalam waktu 3 detik atau lebih cepat dari itu. Sebagai opini saya pribadi, batas toleransinya sampai 5 detik.

Ada banyak tools yang bisa anda gunakan untuk mengukur kecepatan loading website, seperti:

4. Kontennya mudah dibaca

Saya lihat banyak orang yang masih menganggap sepele masalah readability. Padahal ini juga termasuk faktor yang menentukan conversion. Ditambah lagi pengguna mobile terus meningkat, apa jadinya jika website anda sulit dibaca di mobile screen.

Saran saya adalah gunakan type font yang mudah dibaca (terutama pada kondisi mobile screen), ukuran font yang pas, warna teks yang soft, dan tentu kalimat atau konten yang anda tulis juga enak dibaca dan mudah dipahami.

5. Navigasi harus dibuat minimalis

Landing page harus memiliki goal yang spesifik. Sehingga anda tidak perlu menampilkan banyak pilihan kepada visitor selain pilihan untuk conversion.

Navigasi yang crowded malah bisa menjadi hole untuk visitor pergi menjauh dari tombol call-to-action. Bila perlu hilangkan saja menu navigasi yang biasa kita lihat posisinya berada di atas halaman, jadi biarkan visitor fokus melihat tombol call-to-action dan melakukan conversion.

Gratis! Kursus Digital Marketing Dasar. Learn more »

Thank you sudah baca artikel ini ;)
Kalau ada yang mau ditanyakan, silahkan tulis di kolom komentar!

Renra Sedoya

Digital Marketer

No comments:

Post a Comment